Shalat Khusu, Anugerah Terdahsyat

Assalamu' alaikum ...

Jika orang lain dapat menghadirkan ketenanagan, kenyamanan dan kebahagiaan melalui teraphy, meditasi dan sejenisnya, maka shalat lebih mampu mendatangkan lebih dahsyat dari itu. Contoh paling terkenal adalah sayidina Ali yang tidak merasakan sakit sedikitpun ketika anak panah yang menancapnya dicabut saat melaksanakan shalat. Hal ini hanya dapat dijelaskan dengan satu penalaran, bahwa shalat mampu membuat jauh lebih tenang, jauh lebih nyaman dan jauh lebih bahagia dibanding teraphy atau meditasi manapun.

Shalat adalah rangkaian gerakan dan posisi tubuh yang diciptakan Allah. Allah sang pencipta manusia pasti tahu persis gerakan yang paling cocok dan bermanfaat untuk manusia. Bukti bahwa shalat adalah anugerah Allah untuk kebahagian manusia dapat kita temui dalam QS Al Muminun : “Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu yang khusyu dalam shalatnya”.

Ayat di atas menegaskan bahwa shalat khusyu adalah anugerah Allah untuk kita semua. Bukan hanya untuk Nabi, sahabat dan orang-orang pilihan

Wassalamu' alaikum ...

Raihlah Keutamaan Dzikir

Assalamu' alaikum ...

Dzikir berarti mengingat, maksudnya adalah mengingat Allah (dzikrullah). Dzikrullah dilakukan dengan lisan, hati dan perbuatan. Orang yang mengucapkan kalimat “Laa ilaaha illallah”, berarti dia telah berdzikir secara lisan. Kalau dia mengerti artinya dan diyakini sepenuhnya dalam hati, maka hatinya telah berdzikir. Kemudain jika perbuatannya sesuai dengan yang diucapkan dan diyakininya, maka dia telah sempurna dalam berdzikir. Karena itu, orang yang berdzikir adalah orang yang selalu taat dan menjauhi maksiat.

Inilah mengapa berdzikir kepada Allah adalah amalan terbaik.

Dari Abu Darda, Rasul SAW, bersabda : “Maukah kalian, kuceriterakan amalan yang terbaik di sisi Tuhanmu, dan kedudukannya sangat luhur, dan bagimu lebih utama dibandingkan dengan menginfakkan emas-perak, dan lebih unggul dibandingkan dengan jihad melawan musuh sehingga kau tewas di tengah pertempuran?” Jawab mereka : “Baik ya Rasul”, lalu beliau SAW, bersabda : “Yaitu dzikir kepada Allah.” (HR. Turmudzi)

Sebaliknya, orang yang tiada berdzikir adalah orang yang hina.
“Orang yang selalu berdzikir kepada Allah dengan yang dungu tiada mengingatNya, diumpamakan seperti manusia hidup dengan bangkai.”
(HR. Bukhari)

Orang yang berdzikir mendapatkan pertolongan dari Allah SWT:
Maka ingatlah pada-Ku (Allah), niscaya Aku pun ingat kepadamu".
(QS. Al Baqarah: 152)

Wassalamu' alaikum ...

Lenyapkan Keburukan Dengan Kebaikan

Assalamu' alaikum ...

Dia tidak mau shalat, lantaran masih suka berjudi menyabung ayam.

Temannya juga enggan berpuasa: “Wong saya masih suka nyolong (mencuri), kok!”, tuturnya. Ada juga yang malas mengaji (baca Quran) karena merasa masih suka baca buku cabul. Ada lagi yang tidak mau bersedekah karena masih suka riya (tidak ikhlas).

Inilah paradigma sesat yang membuat jauh lebih sesat, sebab:
Kalau judinya jalan terus, kapan shalatnya?
Kalau nyolongnya semakin menjadi-jadi, kapan puasanya?
Kalau koleksi buku cabulnya terus bertambah, kapan baca Qurannya?
Kalau tidak pernah belajar ikhlas bersedekah, kapan sedekahnya?

Sejelek apapun kondisi kita saat ini, tetaplah berbuat baik.
Sebesar apapun dosa yang sering kita lakukan, berusahalah untuk tetap beribadah. Ini rumusnya: “Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan (dosa)” (QS Hud:114).

Jadi yang benar adalah:
Jika ingin berhenti berjudi, maka shalatlah Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan

Jika ingin berhenti nyolong, maka berpuasalah Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan

Jika ingin meninggalkan bukku cabul, maka bacalah kitab suci Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan

Jika ingin melenyapkan riya dalam bersedekah, maka bersedekahlah Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan

Jika ingin meninggalkan keburukan, maka berbuat baiklah… Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan

Jika ingin meninggalkan maksiat, maka beribadahlah “Sesungguhnya kebaikan itu dapat melenyapkan keburukan” (QS Hud:114).
 
Wassalamu' alaikum ...

Berapa Detik Duduk Permohonan Anda?

Assalamu' alaikum ...


Shalat adalah penghambaan dan doa. Inti doa dalam shalat, kita panjatkan pada Allah saat duduk antara dua sujud. Duduk antara dua sujud disebut juga dengan "Duduk Permohonan", karena dalam duduk tersebut, seorang hamba memohon kepada sang Maha Pemurah dengan tujuh permohonan penting, yaitu:

- Ampunan
- Belas kasihan
- Kecukupan
- Derajat yang tinggi
- Rizki
- Petunjuk
- Kesehatan

"Rabbighfirlii, warhamni, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'aafinii" Ya Allah, ampunilah dosaku, dan belas kasihanilah aku, dan cukupkanlah kekuranganku, dan tinggikanlah derajatku, dan berilah aku rizki, dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku kesehatan. Dapat ditambahkan dengan wa'fuannii (dan maafkanlah aku)

Tujuh permohonan tersebut merupakan kebutuhan pokok manusia untuk kebaikan hidup di dunia (fi dunya hasanah) dan kebaikan hidup di akhirat (wa fil akhirati hasanah).

Berapa detik duduk permohonan anda?
Banyak di antara kita belum memahami hakikat duduk antara dua sujud ini (duduk permohonan untuk 7 kebutuhan pokok dunia- akhirat). Karenanya, mereka meremehkannya. Ini terbukti dengan masih banyaknya peshalat yang sama sekali tidak menghayati duduk antara, mereka melakukannya hanya dalam 3 - 5 detik saja.

Padahal, untuk dapat menghayati nikmat dan pentingnya model duduk ciptaan Allah ini, dan untuk dapat menghayati tujuh ratapan permohonan kebutuhan pokok dalam duduk ini dibutuhkan sekitar 20 detik!

Kalau duduk permohonan kita hanya 5 detik, membaca doa secepat kilat, tanpa ratapan, tanpa harapan, tanpa penghayatan, tanpa ruh... pantaskah kita mengharap tujuh permohonan kita dikabulkan?

Mari berintrospeksi, apakah kita sudah cukup memberi penghayatan pada setiap gerak dan bacaan shalat yang kita lakukan?

Mari kita sama-sama selalu berusaha menuju shalat yang lebih baik.
Wassalamu' alaikum ...

Jalan Menggapai Ketenangan Dan Rahmat Allah

Assalamu' alaikum ...


Ketenangan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Untuk memenuhi kebutuhan yang satu ini, ada yang dengan cara pergi ke tempat-tempat yang indah dan tenang. Ada juga yang memakai cara meditasi, relaksasi, therapi, bahkan ada yang menggunakan obat-obatan. Cara manakah yang biasa anda pilih?

Bagi umat Islam, Rasulullah SAW telah membeberkan rahasia untuk menggapai ketenangan yaitu dengan jalan menghadiri majelis ilmu (pengajian dan sejenisnya). Dengan menghadiri majelis ilmu, selain akan mendapatkan ketenangan dan bertambah wawasan, juga akan mendapatkan rahmat dari Allah. Malaikat juga turut menjaga kita, bahkan Allah sang Maha Tinggi merasa bangga hingga menyebut- nyebut nama kita.

“Tiada suatu kaum yang berkumpul di suatu tempat mempelajari/ membaca kitabNya (Al Quran). Dan saling muthalaah diantara mereka, kecuali ketenangan turun untuk mereka, mereka diliputi rahmat, dan dijaga oleh para malaikat di sekelilingnya, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para malaikat di sisiNya.”(HR. Muslim)

Mari kita sempatkan untuk rutin mendatangi majelis ilmu.

Wassalamu' alaikum ...

Jangan Menahan Bersin, Tapi Tahanlah Menguap

Assalamu' alaikum ...


Inilah etika terbaik yang diajarkan oleh Rasul Muhammad SAW, manusia paling baik, paling mulia, manusia yang tidak pernah berbohong.

Dari Abu Hurairah. Nabi SAW, bersabda :”Bahwasanya Allah menyenangi bersin dari pada menguap. Maka ketika salah seorang dari kamu bersin dan memuji Allah berarti ia berhak didoakan oleh setiap orang Islam yang mendengarnya. Adapun menguap itu dari syetan dan tahanlah ia sekuatnya ketika salah seorang kamu menguap, karena hal itu ditertawakan oleh syetan” (HR. Bukhari)

“Ketika seseorang dari kamu bersin, maka hendaklah memuji Allah dengan ucapan : ALHAMDULILLAAH”, dan yang ada di sisinya hendaklah mengucapkan “YARHAMUKALLAAH (Mudah-mudahan Allah mengasihi anda)”. Dan ucapkanlah “YAHDIKUMULLAAH, WAYUSHALIH BAALAKUM (Semoga Allah menunjuki anda, dan membebasakan anda dari bala / cobaan)”, oleh yang bersin sesudah didoakan oleh saudara atau kawanya” (HR. Bukhari)

“Ketika salah seorang kamu menguap, maka letakkanlah tangannya ke mulut, sebab syethan masuk lewat mulut tersebut” (HR. Muslim)

Wassalamu' alaikum

Tak Ada Kesempatan Ke Dua


Assalamu' alaikum...

“Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku barang sebentar saja, hingga aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan  seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS Al Munafiqun: 9-11)

Inilah peringatan keras dari Allah, bahwa kita jangan sampai terlena dengan daya tarik duniawi hingga melalaikan kewajiban- kewajiban terhadap Allah. Kalau hal ini terjadi, maka kita menjadi orang yang rugi, dan menemui penyesalan abadi.

Jangan lupa beramal shaleh, membelanjakan sebagian hartanya di jalan Allah (zakat, infaq, shadaqah dll) selagi kita masih hidup.

Semua ini sebenarnya adalah untuk kebaikan diri sendiri, sebab Allah tidak membutuhkan kita. Kita-lah yang membutuhkan Allah.

Banyak orang menyesal karena semasa hidupnya tidak beramal shaleh, dan memohon agar Allah menangguhkan kematiannya (memberi kesempatan kedua) agar dapat melaksanakan amal shaleh.

Allah memberi penegasan bahwa Dia tidak akan menangguhkan kematian seseorang (memberi kesempatan kedua) bila ajal telah tiba.

Alhamdulillah...
Untung saja kita belum menemui ajal. Karena itu, agar kelak kita tidak menyesal, dan tidak meminta kesempatan kedua yang tak mungkin diberi-Nya, maka pergunakanlah kesempatan emas ini. Saat ini, detik ini… mulailah memperbanyak amal shaleh dan menjauhi larangan-Nya. Tak ada kesempatan kedua…

Wassalamu' alaikum ...

Berapakah Nilai Rumah Kita?

Assalamu’ alaikum …

Saudaraku… ada catatan kecil tentang rumah tinggal kita…

Nilai hakiki dari sebuah rumah adalah bukan dari besarnya, megahnya ataupun harganya, melainkan dari aktifitas penghuninya.

“Perumpamaan sebuah rumah yang diisi dengan dzikrullah dengan rumah yang tidak diisi oleh dzikrullah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati” (HR Bukhari).

Karena itu, mari hidupkan rumah kita dengan memperbanyak kegiatan dzikrullah: banyak membaca Al Quran di dalamnya, mengerjakan shalat-shalat sunnah, membaca hadits, dan aktifitas keagamaan lainnya.

Waspadalah jika rumah kita “mati” karena tidak ada kegiatan dzikrullah di dalamnya. Inilah yang membuat nilai rumah kita sangat rendah!

Saudaraku… semoga bermanfaat

Wassalamu’ alaikum …

Naik Haji Jarak Dekat

Assalamu' alaikum ...

Raudhah adalah sebuah tempat yang terletak di dalam masjid Nabawi Madinah, antara mimbar dan maqam Nabi SAW. Tempat ini selalu menjadi rebutan bagi para calon/jamaah haji. Masjid Nabawi ditutup jam 23:00 dan dibuka kembali pk 03:00 untuk perawatan (kondisi sebelum tahun 2008). Menjelang pintu masjid dibuka, ribuan jamaah sudah berkerumun di depan pintu. Mereka berlari cepat saat pintu masjid dibuka, berlomba-lomba untuk dapat menempati Raudhah. Wus, wus, wus! Subhanallah...

Mengapa sampai sedemikian hebatnya mereka berlomba untuk menempati Raudhah? Ada apa di balik tempat tersebut? Ternyata jawabnya adalah karena Raudhah adalah maqam mustajabah (tempat yang mustajab untuk berdoa). Pantaslah, kalau menjadi rebutan.

Maqam mustajabah juga banyak terdapat di masjid Haram, Mekah. Berbahagialah bagi yang diberi kesempatan untuk menunaikan ibadah haji, karena mereka dapat meraup keuntungan menempati maqam mustajabah, tempat yang doanya mustajab.

Ketahuilah....., atas berkat rahmat Allah: Sesungguhnya [tidak usah jauh-jauh] di kampung kita masing-masing juga ada maqam mustajabah, seperti Raudhah di Madinah atau tempat-tempat tertentu di Mekah, yaitu di masjid kita sendiri pada saat antara adzan dan iqamat. Sebagaimana sabda nabi: “Doa yang dipanjatkan oleh seseorang di antara waktu adzan dan iqamat, tidak akan ditolak” (HR Abu Daud & Tirmidzi).

Karena itu, ayo shalat berjamaah di masjid… gunakan kesempatan emas ini untuk berdoa kepada Allah. Jadi, anda bisa seperti naik haji jarak dekat bukan?

Wassalamu' alaikum ...


Mencari Syafaat Rasul Didalam Masjid

Assalamu' alaikum ...

Dari Jabir, bahwasanya Rasul SAW, bersabda “Barang siapa berdo’a (di bawah ini) sesudah mendengar suara adzan, maka sudah dapat dipastikan ia mendapat syafaatku kelak di hari kiamat.”  Inilah doanya:

ALLOOHUMMA ROBBA HAADZIHID DA’WATIT TAAMMAH, WASH SHOLAATIL QOO-IMAH, AATI MUHAMMADANIL WASIILATA WAL FADLIILATA WAB’AS-HU MAQOOMAM MAHMUUDANIL LADZII WA’ATTAH.

Artinya : ”Ya Allah, Tuhan penguasa panggilan yang mulia ini dan shalat yang bakal ditegakkan, berikanlah wasilah dan keistimewaan kepada Nabi Muhammad, dan tempatkanlah ia pada tingkat kedudukan yang terpuji, yang Engkau janjikan padanya.” (HR. Bukhari).

Catatan:
Tidak hanya sekedar mendengar adzan dan berdoa sesudahnya, tapi harus mengikuti shalat berjamaah di masjid (bagi laki-laki), atau shalat awal waktu (di rumah/masjid bagi wanita).

Wassalamu' alaikum ...

Hikmah Dibalik Cobaan

Assalamu' alaikum ...

Saudaraku …

Hikmah ini tentu diberikan hanya bagi orang yang menghadapi cobaan dengan sabar.
Mau tahu apa saja hikmahnya…?
- Cobaan dapat menebus dosa
- Cobaan dapat mendatangkan keuntungan/kebaikan
- Cobaan dapat mendatangkan pahala yang agung

inilah buktinya:

"Tiada seorang muslim yang kepayahan menderita penyakit atau kesedihan hati, ataupun terkena duri sekalipun, kecuali semua musibah yang menimpa padanya akan menjadi penebus dosanya"
(HR Bukhari-Muslim).

"Barang siapa akan diberi keuntungan/kebaikan oleh Allah, maka ditimpakan penderitaan kepadanya (lebih dahulu)" (HR Bukhari).

"Bahwasannya agungnya pahala itu disesuaikan dengan hebatnya cobaan/malapetaka yang ditimpakan kepada seseorang, dan sungguh Allah sangat menyintai suatu masyarakat yang tengah diberi percobaan/malapetaka, maka Barang siapa menerimanya dengan senang hati, berarti mendapat Ridho Allah, dan Barang siapa marah, berarti menerima kemarahan Allah" (HR Turmudzi).

Jadi, inilah hikmah di balik cobaan yang "dilakoni" dengan sabar:
- Untuk menebus dosa
- Mendatangkan keuntungan/kebaikan
- Memperoleh pahala yang agung

Wassalamu' alaikum ...

Menangani Kemungkaran

Assalamu' alaikum ...

Kemungkaran bukan hanya pencurian, pemerkosaan dan pembunuhan saja, tapi segala sesuatu yang berakibat mudharat juga termasuk sebuah kemungkaran. Contohnya adalah membuang sampah sembarangan, karena dapat merusak lingkungan dan banjir. Berlalu lintas tidak tertib juga merupakan kemungkaran, karena dapat menyebabkan kemacetan.

Orang-orang yang dipanggil Allah melalui adzan, tapi tidak bergegas memenuhinya dengan shalat berjamaah di masjid (khususnya bagi laki-laki) juga termasuk kemungkaran. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kemungkaran lainnya yang mungkin dianggap “biasa” oleh kebanyakan orang.

Jika kita melihat kemungkaran, Rasulullah SAW telah memberikan prosedur untuk menanganinya, sbb:

Dari Abu Sa’id Al Hudri, Rasul SAW bersabda : “Barang siapa diantaramu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah merubah dengan tindakan /kekuasaannya, dan jika tidak mampu, maka hendaklah dengan nasehatnya, dan jika tidak mampu juga, maka hendaklah dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Wassalamu' alaikum ...