Doa Memohon Agar Mendapatkan Rizki dari Setiap Penjuru
"Allahuma shalli ‘ala
muhammadin ‘adada anwa’ir rizqi walfutuhati, ya basithallazi yabsuthurrizqa
liman yasya-ubighairi hisabin ubsuth’alayya rizqan katsirann min kulli jinatin
min khaza-ini rizqikabighayri minnatin makhluqin bifadhlika wa karamika wa’ala
alihi washahbihi wasallam."
”Ya Allah, limpahkanlah rahmat junjungan kita Nabi
Muhammad sebanyak aneka rupa rizki . Wahai Dzat yang meluaskan rizki kepada
orang yang dikehendakinya tanpa hisab. Luaskan dan banyakkanlah rizkiku dari
setiap penjuru dari pendaharaan rizkiMu tanpa pembelian dari mahluk, berkat
kemurahanMu juga. Dan limpahkan pula rahmat dan salam atas keluarga dan para
sahabat beliau.”
Diposting oleh
Abdullah
Kewajiban Berdakwah
Assalamu 'alaikum .....
Mengawali Tahun Baru ini, izinkan saya untuk kembalikan semnagt untuk saling-saling diantara kita sesama muslim...untuk saling mengingatkan
Bissmillahirrohmanirrohiim...
Dari Hudzaifah, Nabi
SAW bersabda: “Demi zat yang diriku di bawah kekuasaanNya, sungguh kalian wajib
amar-ma’ruf nahi mungkar (menyeru kebaikan dan mencegah kejahatan). Jika tidak
demikian, pasti Allah akan menyiksamu lalu sesudah itu kalian berdo’a yang tiada
dikabulkan”. (HR. Turmudzi)
Benar Saudaraku, amar
maruf – nahi munkar (berdakwah) adalah tugas setiap muslim. Ini juga menjadi syarat
terkabulnya doa kita.
Ayo berdakwah...
Wassalamu 'alaikum ...
Doa Mengubah Kepedihan Hati Menjadi Bahagia
"Allahumma inni a’udzu bika
minal-‘ajzi wal-kasali wal-jubni wal-bukhli wal-harami wa ‘adzabil-qabri.
Allahumma ati nafsi taqwaha, wa zakkiha anta khairu man zakkaha, anta waliyyuha
wa maulaha. Allahumma inni a’udzubika min ‘ilmin la yanfa’u, wa min qalbin la
yakhsya’u, wa min nafsin la tasyba’u, wa min da’watin la yustajabu laha."
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan,
sifat malas, penakut, sifat bakhil, kerentanan, dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah
ketakwaan kepada jiwaku, dan sucikanlah ia, Engkaulah penolong dan
pelindungnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak
bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang
tidak di kabulkan.” (H.R. Muslim)
Diposting oleh
Abdullah
Bersabar Itu Indah
Assalamu’ alaikum …
Saudaraku… Sepanjang kehidupan kita, ujian & cobaan datang silih berganti karena makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapinya. Ujian & cobaan kehidupan adalah tantangan yang akan memilah mana orang yang tahan uji dan mana orang yang lemah, Mana orang yang beriman dan mana orang tidak beriman.
Bagi seorang mukmin kehidupan akan selalu mendatangkan keberuntungan karena ia bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya orang tak beriman selalu tak beruntung, ketika memperoleh nikmat ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu indah.
Pertama, tahan ketika menghadapi hantaman pertama. Rasulullah pernah bersabda, Innamassabru indassad matil uulaa. Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi hantaman pertama.
Kedua, ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah, '(Orang-orang yang sabar ialah) mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata, 'sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.' (al Baqarah: 156).
Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika ditinggal mati anaknya. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).
Keempat, sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsy:
“HambaKu yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga.”(HR. Bukhari)
Wassalau’ alaikum …
Saudaraku… Sepanjang kehidupan kita, ujian & cobaan datang silih berganti karena makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapinya. Ujian & cobaan kehidupan adalah tantangan yang akan memilah mana orang yang tahan uji dan mana orang yang lemah, Mana orang yang beriman dan mana orang tidak beriman.
Bagi seorang mukmin kehidupan akan selalu mendatangkan keberuntungan karena ia bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya orang tak beriman selalu tak beruntung, ketika memperoleh nikmat ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu indah.
Pertama, tahan ketika menghadapi hantaman pertama. Rasulullah pernah bersabda, Innamassabru indassad matil uulaa. Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi hantaman pertama.
Kedua, ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah, '(Orang-orang yang sabar ialah) mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata, 'sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.' (al Baqarah: 156).
Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika ditinggal mati anaknya. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).
Keempat, sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsy:
“HambaKu yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga.”(HR. Bukhari)
Wassalau’ alaikum …
Diposting oleh
Abdullah
Doa Memohon Perlindungan dari Perbuatan Buruk
"Allahuma inni a’udzubika min
syarri ma ‘amiltu, wa min syarri ma lam a’mal."
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau
dari keburukan apa yang telah aku kerjakan dan dari keburukan apa yang belum
aku kerjakan.” (H.R. Muslim)
Istighfar
Assalamu’ alaikum
Saudaraku, Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga selalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadanya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Terkait dengan hal ini, kebiasaan beristighfar mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.
Catatan lain yang bisa dikaji adalah bahwa perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat,” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.
Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim).
Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.
Wassalamu’ alaikum
Saudaraku, Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga selalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadanya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Terkait dengan hal ini, kebiasaan beristighfar mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam.
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.
Catatan lain yang bisa dikaji adalah bahwa perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat,” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.
Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim).
Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.
Wassalamu’ alaikum
Diposting oleh
Abdullah
Langganan:
Postingan (Atom)